Tum – Tum : Kura Kura Paling Terancam Di Dunia

Tum – Tum : Kura Kura Paling Terancam Di Dunia

Seiring dengan kerusakan alam yang banyak terjadi akibat bumi yang semakin menua dan juga aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja merusak alam, kehidupan satwa liar pun menjadi terancam.

Selain karena dampak dari kerusakan lingkungan, aktivitas perburuan yang di lakukan oleh manusia pun juga turut menambah masalah hilangnya spesies hewan yang sudah langka di Indonesia dan di dunia. Hewan yang jumlahnya sudah sedikit semakin langka bahkan hingga masuk kedalam daftar hewan yang terancam punah.

Tahukah anda salah satunya adalah hewan yang dulunya banyak di jumpai di Kalimantan selatan, yakni Tum – tum atau tuntong laut (Batagur Borneonsis) dulunya di sebut Callagur Borneonsis.

Selain di Kalimantan Selatan, hewan tersebut juga di temui di Brunei Daarussalam, Malaysia dan Thailand

Daerah di Kalimantan Selatan identic dengan lahan yang basah yang di senangi oleh satwa eksotis dan langka ini. Merek asenang dengan daerah perairan yang berlumpur seperti daerah payau dan juga memiliki bentang pantai.

Hewan ini di kenal sebagai primadona bagi para pecinta reptile. Harganya bisa melambung tinggi hingga jutaan  rupiah per ekor baik ketika di beli dari pasar legal maupun pasar illegal. Hewan ini memiliki warna merah dan putih pada bagian kepala induk jantan sehingga karena keunikan dan keindahannya, banyak orang yang mendambakan bisa memiliki hewan langka ini terutama dai kalangan pehobi reptile.

Harga yang tinggi untuk tiap ekor kura kura ini selain di sebabkan karena keunikan warna kepala juga karena kesulitan yang di hadapi untuk mendapatkan seekor kura kura Tum Tum.

Jumlahnya sekarang sangat sedikit hingga masuk kedalam daftar “red list” lembaga perlindungan hewan interasional dengan kategori sangat terancam.

Tum – Tum: Kura Kura Langka Yang Di Lindungi

Selain di tetapkan sebagai hewan sangat terancam punah oleh International Unison for Conversation of Nature And Natural Resources ( IUCN), hewan ini di golongkan kedalam Appendiks II oleh Convention on International Trade of Endagered Species  ( CITES). Artinya, perdagangan hewan ini harus lah di awasi dengan sangat ketat.

Sebagai hewan yang masuk kedalam spesies langka, hewan ini memiliki prioritas perlindungan satwa nasional dan wajib di jaga kelestariannya.

Sudah ada beberapa kawasan konservasi uang menjadi habitat alami untuk kura kura tum tum tumbuh dan berkembang di Kalimantan. Namun hewan ini di perkirakan memiliki persebaran di luar wilayah konservasi sehingga cukup sulit untuk di awasi dan rentan menjadi korban tindakan illegal seberti perburuan untuk di jual di pasar gelap.

Di Kalimantan Selaatan ada dua wilayah yang di duga menjadi kawasan perburuan tum tum yakni di daerah Kalimantan selatan bagian tenggara yang merupakan daerah pantai dan juga kawasan mangrove

Namun karena terjadi cukup banyak kerusakan kawasan pantai dan mangrove karena alih fungsi lahan dan perburuan liar, selama hamper satu decade terakhir sudah cukup jarang di temukan populasi / habitat tum tum

Diperlukan upaya konservasi yang bisa fokus meningkatkan dan sosialisasi tentang pentingnya melestarikan kura kura tum tum dan juga habitatnya.

Semua pihak harus bersinergi untuk mencegah kepunahan tum tum di kawasan kalsel maupun kawasan kawasan lain. Pengawasan terhadap penjualan hewan langka tidak hanya bisa di awasi oleh dinas terkait namun juga membutuhkan partisipasi dari masyarakat.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *