Penemuan Bangunan Misterius di Antartika, Berikut Pendapat Ahli Sains

Publik lagi-lagi di buat heboh melalui salah satu temuan dari Google Earth. Kali ini, penyebabnya adalah penemuan sebuah bangunan misterius di Antartika. Hal itu bermula ketika seorang pengguna perangkat lunak Google Earth yang mengambil rekaman video dan mempostingnya.

Berdasarkan hasil pantauan tersebut, nampak sebuah bangunan yang tampak menonjol dan asing di banding daerah lainnya yang berwarna putih. Bangunan ini memperlihatkan struktur yang berjajar lurus dengan bentuk kotak besar.

Bangunan tersebut jika d perhatikan memang tampak aneh dan memiliki aura yang menyeramkan. Oleh seba itu, publik pun  mengaitkan bangunan itu dengan teori konspirasi terkait dataran es Antartika.

Adapun rahasia misterius yang dimaksud bisa berupa sisa-sia peradaban kuno yang tertinggal. Hal ini lantas berujung pada dugaan penampakan piramida misterius yang terkubur di dalam es kutub selatan

Lalu seperti apa penampakan dari temuan tersebut? kenapa di kaitkan dengan teori konsprasi di Antartika? Simak pembahasannya di bawah ini.

Penemuan Bangunan Misterius di Antartika, Berikut Pendapat Ahli Sains

Penjelasan Ahli Sains

Bangunan misterius di Antartika yang belum diketahui namanya ini memiliki luas mencapai 2.000 kaki. Bangunan ini masuk ke dalam jajaran Pegunungan Ellsworth Antartika, tepatnya di kawasan Heritage Range.

Sebenarnya pertama kali bangunan ini telah di temukan oleh British Antarctic Expedition pada tahun 1910-1913. Akan tatap saat itu temuannya tidak  dipublikasikan secara luas hingga saat ini.

Gunung ini ditemukan dengan titik koordinat berupa 79°58’39.25?S 81°57’32.21?W dan memiliki ketinggian 1.265 meter. Tak hanya itu lokas gunung ini juga ada dikawasan Heritage Range begitu terkenal akan temuan fosil purba, salah satunya trilobit pada periode Cambrian 500 juta tahun silam.

Mengenai detail penampakan gunung tersebut, profesor sains lingkungan hidup yang bernama Mauri Pelto turut memberikan penjelasannya.

Menurutnya, bangunan tersebut bisa menyerupai piramida dikarenakan peristiwa erosi es. Peristiwa ini bisa terjadi saat salju atau air bergerak mengisi celah yang ada di dalam gunung. Hal tersebut berlangsung ketika di siang hari.

Sementara malam harinya, suhu akan menurun hingga membuat salju membeku dan mengembang menjadi es. Es inilah yang akan menimbulkan retakan yang kian besar.

Sedangkan menurut salah seorang ahli sains sistem planet bumi yang bernama Eric Rignot juga menjelaskan lebih jauh mengenai pendapatnya. Dirinya pun setuju jika bangunan itu hanyalah bangunan biasa.

Namun yang membuatnya tidak biasa adalah bentuk bangunan yang kebetulan menyerupai piramida. Menurutnya hal itu memang bisa saja terjadi. Sebab seperti yang kita tahu, alam memang memiliki cara tersendiri dalam membentuk suatu wujud secara alami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *