Fenomena Langka: Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Telan Bintang

Teleskop pencari planet milik NASA, Transiting Exoplanet Survey Satellite TESS menemukan sebuah lubang raksasa atau yang sering kita kenal dengan black hole.

Namun kali ini penemuan tersebut sangatlah menarik. Pasalnya, black hole tersebut terlihat tengah menarik dan merobek bintang bintang yang ada di sekitarnya. Fenomena seperti ini baru pertama kali ini di temui.

Tidak sembarang bintang yang di telan dan di robek oleh black hole tersebut, melainkan sebuah bintang yang ukurannya hamper sama dengan ukuran matahari Bumi dan jaraknya kurang lebih sekitar 375 juta tahun cahaya.

Menurut para peneliti yang bekerja di  Astrophysical Journal, Bintang dengan ukuran hampir sama dengan matahari bumi itu dapat terlihat dari jarak 375 juta tahun cahaya dan melengkung kemudian berliku ke tarikan gravitasi lubang hitam supermasif seperti yang di kutip dalam artikel berita skynews.fenomena tersebut terjadi di tengah galaxy yang bernama 2MASX J07001137-6602251 di konstelasi Velons

Teleskop pemburu planet milik NASA, Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS), menangkap  peristiwa yang sangat langka dimana menurut para ilmuwan fenomena tersebut hanya dapat terjadi sekali dalam 10.000 tahun sampai 100.000 tahun didalam galaksi sebesar bima sakti . tepatnya insiden tersebut di rekam oleh All-Sky Automated Survey For Supernove, yakni sebuah jaringan teleskop global yang berpusat di Ohio State University, dimana TESS merupakan salah satu bagian dari jaringan tersebut.

TESS Dan Fenomena Langka

Fenomena Langka: Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Telan Bintang

Teleskop milik Nasa ini sejatinya memang dirancang untuk mencari dan menemukan planet yang jaraknya sangat jauh dari bumi. Oleh sebab itu, memang bisa di sebut sebuah keberuntungan ketika teleskop pencari planet ini justru menemukan sebuah fenomena langka yang beru pertama kali terjadi dalam sejarah astronomi.

“Ini benar-benar kombinasi dari keduanya menjadi baik dan beruntung, dan kadang-kadang itulah yang Anda butuhkan untuk mendorong ilmu pengetahuan ke depan,” ungkap Thomas Holoein,alah seorang  astronom dari Carnegie Institution for Science.

Dalam rekamannya, fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana lubang hitam dengan daya tarik gravitasinya yang sangat besar menarik sebuah bintang berukuran sebesar matahari bumi, kemudian menghancurkannya hingga menjadi debu, dan setelah itu menelan serpihan debunya.

Jika di jelaskan lebih lanjut, bintang otomatis akan terperangkap ketika mereka bergerak terlalu dekat ke lubang hitam supermasif. Gaya gravitasi dari lubang hitam cukup mengesankan karena dapat menghancurkan bintang, dengan sebagian materialnya hancur dan terlempar ke ruang angkasa dan sebagiannya masuk ke dalam lubang hitam.

“Berkat data dari TESS kami bisa melihat dengan jelas kapan peristiwa yang dinamai ASASSN-18bt ini, mulai dari terang benderang. Ini belum pernah terjadi sebelumnya” ungkap Thomas Heloien.

Sejauh ini TESS sendiri telah mendeteksi 24 eksoplanet dan juga 993 calon planet. Teleskop pemburu bintang ini di luncurkan pada April 2018 dengan tujuan untuk memburu planet yang jaraknya jauh dari bumi.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *