Dibalik Pandemi Corona, Lubang Ozon Bumi Mulai Tertutup, Bagaimana Bisa?

Ozon merupakan salah satu lapisan yang ada di muka Bumi. Ozon sendiri terbentuk dari ultraviolet yang menguraikan senyawa O3 membentuk unsur oksigen yang ada di daerah beriklim tropis. Setelah naik ke permukaan, barulah lapisan terbentuk di atas permukaan Bumi.

Fisikawan Prancis, Charles Farby dan Henry Buisson adalah dua orang penemu pertama lapisan ini pada tahun 1913. Penemuan tersebut dilanjutkan oleh G.M.B. Dobson hingga bisa mendefinisikan sifat-sifat dari lapisan ozon.

Umumnya, Lapisan ozon ini terletak pada ketinggian 50 kilometer. Namun jika terdapat tambahan suatu zat kimia tertentu, lapisan ozon semakin lama bisa menipis.

Adapun fungsi utama dari lapisan adalah untuk menahan sinar ultraviolet masuk ke permukaan Bumi. Sinar ultraviolet adalah sinar alamiah matahari yang dapat menimbulkan masalah bagi kehidupan manusia, salah satunya bisa menyebabkan kanker.

Dengan demikian, keberadaan ozon untuk menahan sinar ultraviolet dapat melindungi makhluk hidup yang tinggal di Bumi.

Dibalik Pandemi Corona, Lubang Ozon Bumi Mulai Tertutup, Bagaimana Bisa
Menipisnya Lapisan Ozon Dan Penutupan Setelah Pandemi

Sejak pertama kali ditemukan, pada 1974-an, para peneliti mulai merasakan adanya penipisan lapisan ozon di Bumi. Setelah diteliti ternyata penipisan lapisan ozon disebabkan oleh bahan kimia yang sering digunakan oleh manusia, yaitu Kloroflurokarbon (CFC). Gas yang berasal dari media pendingin dan gas spray aerosol ini (CFC) mampu menghancurkan 100.000 molekul karbon.

Padahal, lapisan ozon memiilki peran yang sangat penting dalam menahan ozon agar tidak masuk ke Bumi.Sebab apabila gas ozon yang berbahaya turun ke Bumi dapat menyebabkan terganggunya kehidupan di permukaan Bumi.

Salah satu tanda yang paling terasa adalah perubahan cuaca Bumi yang semakin tidak terprediksi. Serta cuaca panas yang makin tak terkendali.

Namun akhir-akhir ini banyak terjadi perbincangan terkait kondisi Bumi yang dinilai menjadi jauh lebih “sehat”. Hal itu terlihat dari kualitas udara di berbagai pusat ibukota yang terasa lebih bersih, sungai di tempat-tempat wisata yang jernih, hingga penampakan bumi dari luar angkata yang tampak lebih hijau.

Kabarnya, kondisi lapisan ozon perlahan mulai menutup kembali dibandingkan sebelumnya.

Pandemi global yang membuat banyak negara menetapkan social distancing hingga lodckdown membuat pergerakan manusia menjadi terbatas. Aktivitas diluar ruangan dengan kendaraan yang menggunakan karbon pun jauh berkurang. Banyak industri dan sumber-sumber polutan akhirnya berhenti mengotori ozon.

Kondisi pembatasan pergerakan yang berlangsung selama beberapa pekan ini, secara global membuat dunia seolah berhenti bergerak sejenak.

Hal itulah yang menjadi jawaban dari para peneliti yang mengatakan bahwa lubang ozon Bumi mulai tertutup sejak pandemi corona menyerang bumi mulai akhir Desember hingga berbulan-bulan kini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *