5 Kemajuan Sains China, Buktikan Eksistensi Diri?

5 Kemajuan Sains China, Buktikan Eksistensi Diri

Negara China dikenal sebagai negara maju yang unggul diberbagai bidang, baik ekonomi, olahraga, budaya, dan lain sebagainya.

Kini nampaknya kemajuan Sains China dalam bidang teknologi dan sains makin diakui. Bahkan sejak zaman dulu mereka sudah terkenal dengan penemuannya seperti pembuatan kertas, percetakan, kompas, dan bubuk mesiu.

Sepanjang sejarah, penemuan ini berkontribusi pada perkembangan ekonomi negara-negara lain di Asia Timur, Timur Tengah dan Eropa.

Saat ini, banyak inovasi teknologi yang diciptakan oleh negara tirai bambu ini seperti membangun waste-to-energy plant di Shenzhen. Hingga rencana peluncuran ChengDu artificial moon yang dapat menerangi malam dan menggantikan lampu jalanan.

5 Kemajuan Sains China

  1. China bentuk ekosistem 5G buat mobil otonom

Perusahaan teknologi dari China, Huawei, bersama 18 produsen otomotif asal negara yang sama bakal membangun lingkungan untuk pergerakan mobil berteknologi 5G. Aliansi ini diharapkan mempercepat pendayagunaan 5G secara komersial, khususnya pada industri otomotif.

Beberapa produsen otomotif itu di antaranya First Automobile Group, Chang’an Automobile, Dongfeng Motor Corporation, SAIC Motor Corporation, Guangzhou Automobile Group, BYD Auto, Great Wall Motors, Chery Holdings, hingga JAC Motors.

  1. Stasiun luar angkasa China selesai dibangun 2022

China akan memulai pembangunan stasiun luar angkasa pada 2021. Wakil Kepala Proyek Peluncuran Chang Zheng 5, China Aerospace Science and Technology Corporation Qu Yiguang mengatakan ISS atau Stasiun Luar Angkasa Internasional versi China itu dinamakan Tiangong atau Istana Surga.

Bisa dibayangkan bagaimana stasiun luar angkasa itu nanti selesai dengna sebutan surga yang seolah mengalahkan mulia nya beribadah di atas karpet masjid 

China berencana untuk menyelesaikan stasiun luar angkasa pada 2022, setelah lebih dari 10 misi untuk konstruksi dan perakitan orbit.

Stasiun luar angkasa itu akan berbentuk seperti T, dengan modul inti, disebut Tianhe, di bagian tengah dan satu kapsul lab di kedua sisinya.

Secara keseluruhan, stasiun ini akan menawarkan ruang hidup hingga 5.650 kaki kubik (160 meter kubik) di tiga modul. Lebih sedikit dibanding ISS yang memiliki 13.696 kaki kubik (388 meter kubik) ruangan.

  1. Kapal selam China Fendouzhe, capai laut terdalam Bumi

Kapal selam berawak baru China, Fendouzhe atau Striver, berhasil mencapai dasar Palung Mariana, palung laut terdalam bumi. Rekaman gambar dari kamera laut yang terpasang memperlihatkan kapal selam berwarna hijau dan putih bergerak turun ke dasar laut secara perlahan hingga akhirnya mendarat di dasar laut.

Fendouzhe adalah kapal selam untuk kepentingan penelitian. Kapal selam itu dirancang di China Ship Scientific Research Center di Wuxi, provinsi Jiangsu, anak perusahaan konglomerat pembuat kapal milik negara China State Shipbuilding Corp yang berspesialisasi dalam peralatan bawah air.

Fendouzhe memiliki panjang 7,9 meter ini memiliki berat 23,9 ton dan memiliki kecepatan di bawah air sekitar 1 knot.

Kapal selam itu dilengkapi dengan lengan robotik untuk mengumpulkan sampel biologis dan menjadi ‘mata’ untuk mengidentifikasi objek di sekitarnya.

Fendouzhe mulai dikembangkan pada 2016 oleh ilmuwan dan insinyur yang pernah menggarap kapal selam penelitian Jiaolong dan Shenhai Yongshi. Fendouzhe bertenaga listrik dan dapat beroperasi selama sekitar 10 jam di bawah air.

  1. Pesawat China bawa batu ke Bumi

Misi Chang’e-5 China mengirimkan pesawat luar angkasa tak berawak untuk memungut 2 kilogram batuan dan debu di Bulan berhasil mendarat, Selasa (1/12).

Robot China ini akan mengumpulkan dua kilogram (4,5 pon) bahan permukaan di area yang sebelumnya belum dijelajahi yang dikenal sebagai Oceanus Procellarum – atau “Ocean of Storms” – yang terdiri dari dataran lava yang luas.

Mereka diharapkan mengumpulkan materi selama satu hari di bulan – setara dengan sekitar 14 hari Bumi.

Jika berhasil, China hanya akan menjadi negara ketiga yang mengambil sampel dari Bulan. Selain itu, misi ini juga jadi yang pertama membawa sampel Bulan kembali ke Bumi dalam 44 tahun terakhir.

Sebab, misi pengambilan batuan di Bulan sebelumnya dilakukan Amerika Serikat dan Uni Soviet pada 1960-an dan 1970-an.

Sampel itu akan dibawa ke Bumi dalam kapsul yang diprogram untuk mendarat di wilayah Mongolia Dalam, China utara pada awal Desember, menurut badan antariksa AS NASA.

  1. China bangun teleskop raksasa pemburu alien

Ambisi China untuk menemukan alien dan misteri alam semesta lainnya seakan semakin besar. Tak cukup memiliki satu teleskop radio raksasa, kini China membangun lagi satu teleskop besar lainnya. Selain berukuran luar biasa besar, teleskop ini juga bisa digerakkan berputar dan menargetkan ke arah tertentu.

Saat ini, teleskop radio yang bisa digerakkan dengan ukuran paling besar di dunia ada di Virginia Barat, Amerika Serikat. Teleskop tersebut dikenal dengan Green Bank.

Sementara teleskop radio raksasa di China ini dinamai Xingjiang Qitai 110m Radio Telescope (QTT). Teleskop radio yang dapat diarahkan ini berlokasi di Kawasan Otonomi Xinjiang Uygir, sebelah barat laut China.

Diameter QTT berukuran 10 persen lebih lebar dari Green Bank. Ruang pengamatan QTT mencakup hingga 75 persen langit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *